Rahmat Dibalik Cobaan (Ridho Menerima Ketetapan Illahi)

Firman Allah SWT, pada Al-Baqarah:156-157 :Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan : Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun (arti:sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka ialah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah : 156-157)

Tujuan musibah atau cobaan yang diturunkan Allah kepada hamba-Nya adalah :
  1. Untuk membersihkan dan memilih, mana orang mukmin yang sejati dan mana yang munafik.
  2. Untuk mengangkat derajat serta menghapuskan dosa.
  3. Untuk melihat sejauh mana kesabaran dan ketaatan seorang hamba.
  4. Untuk membentuk dan mendidik manusia, sehingga menjadi umat dgn keimanan yang tinggi.
  5. Sebagai latihan supaya manusia terbiasa menerima berbagai ujian, dengan demikian akan bertambah kesabaran, kuat cita-cita dan tetap pendiriannya.
Bagi orang yang terkena musibah, hendaklah ia kembali kepada kalimah yang penuh dengan arti kebaikan dan keberkahan, sebab firman Allah SWT : Inna Lillahi mengandung arti ketauhidan serta pengakuan akan kehambaan, sedangkan firman-Nya : “Wa inna ilaihi raji’un” adalah sebagai pengakuan, bahwa Allah-lah yang menjadikan kita binasa dan Dia pula yang akan membangkitkan kita kembali.

Obat Bagi Orang yang Terkena Musibah

Firman Allah SWT, yang artinya :“Berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang ketika ditimpa musibah, mereka berkata :”Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali” (Al-Baqarah : 155-156).

Ayat diatas mengandung dua perkara yang sangat besar :

Pertama, orang yang ditimpa musibah akan menyadari dengan sebenar-benarnya bahwa dirinya, keluarganya, hartanya, anaknya adalah milik Allah SWT.

Kedua, sesungguhnya asal diri seorang hamba dan kembalinya adalah kepada Allah SWT semata.

Beberapa cara untuk menyembuhkan perasaan susah ketika ditimpa musibah adalah:

  1. Hendaklah selalu memperhatikan Al-Quran dan Sunnah, yaitu memperhatikan apa yang terkandung dalam firman Allah SWT dan Sunnah Rasul-Nya, dimana Allah SWT akan memberikan pahala yang sangat besar terhadap orang yang sabar dan rela menerima cobaannya. Disamping itu, orang yang terkena musibah sebaiknya memandang/ mengingat orang lain yang senasib dengannya dan juga orang lain yang mengalami cobaan yang lebih berat.
  2. Selalu melihat dengan mata hati, bahwa sesungguhnya kepahitan yang dialami di dunia ini adalah kemanisan di alam akhirat dan kemanisan di dunia adalah kepahitan di akhirat.
  3. Selalu memohon kepada Allah SWT dan bertawakal kepada-Nya. Bagi orang yang terkena musibah, hendaklah ia memohon pertolongan dari Allah SWT dan bertawakal kepada-Nya, serta melihat keagungan-Nya, termasuk juga memohon pertolongan dalam menghadapi musibah dengan penuh kesabaran dan senantiasa mengerjakan sholat.
  4. Selalu mengingati musibah lama dan mengulangi ucapan Inna Lillahi Wa inna ilaihi raji’un
  5. Hendaklah selalu membedakan dua macam kenikmatan, yaitu kenikmatan di dunia yang fana dan kenikmatan di akhirat yang kekal abadi.
  6. Hendaklah selalu menguatkan keyakinan diri dengan menyadari bahwa semua musibah adalah kehendak Allah dengan tujuan untuk menguji ketabahan serta keikhlasan hati seseorang saat menerima musibah
  7. Hendaklah menyadari bahwa dunia adalah tempat cobaan.
  8. Memohon kepada Allah SWT dari godaan syaitan.
    Bagi orang yang dalam keadaan sakit atau kesusahan lainnya, syetan akan selalu berusaha mengganggu dan membisikkan dengan berbagai macam godaan. Tujuan syetan berbuat demikian agar seseorang merasa marah kepada Allah SWT dan enggan utk bertemu denga-Nya.bahkan sangat diinginkan oleh syetan, agar keluar ucapan atau ungkapan dari mulut seseorang, kata-kata kemarahan serta kata-kata ketidakrelaan lainnya. Jika ini berhasil, syetan akan sangat bergembira karena telah berhasil menggoda dan menyesatkan orang tersebut.
  9. Menyadari hikmah musibah, dimana jika di dunia tidak ada musibah atau cobaan yang diberikan Allah, pastilah manusia akan dihinggapi penyakit sombong, berkuasa bahkan keras hati.
  10. Senantiasa mengobati diri dengan ajaran agama. Dalam menghadapi musibah, siapkan diri dengan pengetahuan keagamaan yang baik. Dengan pengetahuan agama yang baik dan dengan keimanan yang tinggi. Pada waktu ditimpa musibah walau bagaimanapun besarnya, ia tidak akan melakukan hal yang tidak terpuji dan mengembalikan semuanya kepada Allah SWT.
  11. Selalu berzikir kepada Allah SWT
    Bagi orang yang terkena musibah, baik musibah tersebut menimpa dirinya, anaknya atau keluarganya, hendaklah ia memperbanyak berzikir kepada Allah SWT buka dengan mengeluh dan sikap negatif lainnya.
  12. Menyadari bahwa keluh kesah akan menambah musibah.
    Bagi orang yang ditimpa musibah hendaklah menyadari bahwa jika ia berkeluh kesah, akan membuat musuh-musuhnya merasa gembira, juga syetan akan menggodanya utk makin berkeluh kesah serta Allah SWT akan murka kepadanya bahkan pahalanya akan terhapus.
  13. Menyadari bahwa Allah SWT tidak mengecewakan hamba-Nya.
    Bagi orang yang ditimpa musibah hendaklah menyadari bahwa apabila ia sabar serta penuh keimanan kepada Allah SWT dan mengharapkan gantinya kepada Allah SWT terhadap sesuatu yang hilang darinya, niscaya Allah tidak akan mengecewakan harapannya itu.
  14. Mencontoh orang yang tabah pada waktu menerima musibah.
    Orang-orang yang kuat keimanannya akan meyakini betapa besarnya pahala bagi orang yang tabah dalam menerima cobaan dari Allah SWT. Dan Allah SWT akan sangat menyayangi hamba-Nya yang tabah menerima musibah
    Kembalikan dan pasrahkan semuanya kepada Allah SWT….Insya Allah kita menjadi orang yang selalu di jalan-Nya…….untuk menggapai surga-Nya. (
    Drs. Kasmuri Selamat, MA) *taushiyah-online.com

Read Users' Comments (0)

Menjadi Organizer untuk Diri Sendiri

Sabtu, 28/08/2010

Bagaimana Anda menjalani aktivitas setiap harinya? Cenderung berjalan saja apa adanya tanpa rencana, atau sebaliknya, mencatat rapi semua kegiatan dalam fitur kalender di ponsel? Coba saja kenali sejauhmana Anda mengorganisasi diri, dengan kriteria di bawah ini. Lihat juga apakah Anda menjalani yang kebanyakan orang lakukan.

Mengandalkan ponsel sebagai panduan
Ponsel menjadi barang penting yang tak boleh terlupakan setiap hari. Daftar aktivitas atau tugas Anda setiap harinya tersimpan rapi di ponsel. Semua rencana tersusun di sana, dan ponsel inilah yang akan memberitahu kemana Anda akan pergi pagi, siang, sore, hingga malam.

Jika ini kebiasaan Anda, sekitar 10 persen pembaca yang mengikuti poling dari situs Shine (saat artikel ini dibuat) memiliki cara yang sama dengan Anda.

Selalu menyimpan barang pada tempatnya
Di rumah Anda, sudah tersedia meja atau wadah tempat menyimpan berbagai barang bawaan selepas bekerja. Begitu memasuki rumah, Anda sudah menuju tempat menggantung kunci kendaraan, wadah penyimpan ponsel, kacamata, dan meja yang khusus menjadi kediaman tas Anda. Begitupun dengan tempat jaket dan sepatu. Semua tertata rapi pada tempatnya, begitu tiba di rumah.

Sekitar 19 persen peserta poling menjawab hal yang sama.

Patuh pada rencana, dan bisa mengatakan tidak untuk acara mendadak
Waktu begitu berharga bagi Anda, sehingga tak mudah bagi Anda mengiyakan semua undangan acara jika tak direncanakan sejak awal. Begitupun saat mendapatkan tawaran project yang membutuhkan komitmen, Anda akan sangat memperhitungkannya, dan melihat kembali daftar kerja Anda. Jadi, Anda cenderung tak bisa spontan menyetujui ajakan mendadak yang tanpa perencanaan sebelumnya.

Hanya 11 persen peserta poling yang melakukan hal ini.

Selalu berbenah minimal 10 menit menjelang tidur
Menjelang malam hari, begitu tiba di rumah Anda akan memastikan untuk berbenah minimal 10 menit. Kebiasaan seperti ini selalu berulang setiap hari sebagai bagian rutinitas yang terjadwal. Bisa jadi, Anda hanya bisa tidur nyaman dengan kondisi rumah atau kamar yang lebih baik, setidaknya tidak berantakan.

Sekitar 13 orang melakukan hal ini setiap hari.

Menuliskan segala hal di kalender
Janji bertemu sahabat, jadwal membayar tagihan, hingga tanggal terakhir menstruasi, semua tercatat di kalender Anda. Bagi Anda menuliskan semua hal yang dianggap penting dalam kalender akan memudahkan rencana aktivitas Anda setiap harinya.

Cukup banyak yang melakukan hal ini, sekitar 12 persen.

Sesekali mencoba resep baru, tetapi lebih sering memasak makanan favorit saja
Mencoba resep baru perlu direncanakan waktunya, jadi melakukannya hanya cukup sesekali. Anda lebih sering melakukan kebiasaan yang sudah berjalan setiap harinya, memasak makanan kesukaan. Melakukan hal spontan tanpa direncanakan sebelumnya bukan menjadi kebiasaan Anda.

Hanya sembilan persen orang yang melakukan ini.

Mengatur jadwal olahraga seminggu sebelumnya
Semua hal harus terencana dengan baik, termasuk jadwal fitnes, yoga, atau renang sekalipun. Hal ini akan memudahkan Anda menyesuaikan dengan kegiatan lainnya.

Hm..., hanya lima persen pelaku kebiasaan ini, ataukah mungkin sedikit orang yang berolahraga?

Membuat daftar keinginan dan menempelkannya di tempat yang mudah dilihat setiap hari
Apa yang paling Anda inginkan dalam hidup perlu dicatat, lalu ditempelkan di suatu tempat di kamar atau bagian lain rumah Anda. Cara ini akan memotivasi Anda untuk meraih gol yang sudah Anda targetkan. Karenanya, Anda merasa perlu melakukan aktivitas setiap hari atau setiap minggu sesuai jadwal. Jika ada kegiatan yang tak mendukung Anda meraih gol tersebut, Anda takkan membuang waktu untuk melakukannya.

Oke, semakin sedikit orang yang melakukan hal ini, hanya lima persen saja. Padahal ada baiknya mencatat apa saja yang Anda inginkan agar tujuan lebih spesifik dan Anda tahu apa yang sedang Anda tuju.

Anda punya cara lain untuk mengatur diri sendiri? *Kompas.com 270810

Read Users' Comments (0)

Beda Keinginan & Kebutuhan

Kamis, 26/08/2010

( Cerita Abu Khubaisy kepada para muridnya )

Abdullah bin Umar, khalifah yang terkenal sebagai pembangun Bait al Maqdis, suatu hari terserang oleh suatu penyakit. Para asistennya, sangat mengkhawatirkan umur khalifah karena penyakitnya itu.

Ternyata Allah SWT belum berkenan memanggil Abdullah keharibaanNya. Khalifah berangsur-angsur pulih. Setelah agak mendingan keadaannya, Abdullah berniat hendak menyantap ikan panggang. Khalifah kemudian mengutarakan keinginannya itu kepada salah seorang asistennya.

Asisten yang setia itu, segera berusaha untuk memenuhi selera junjungannya. Ia pergi mencari ikan dan setelah mendapatkannya segera dipanggangnyalah ikan tersebut.

Abdullah bin Umar menghadapi ikan panggang yang baru saja diturunkan dari panggangannya. Aromanya begitu memikat, sehingga bertambah seleranya dan ingin segera menyantapnya.

Dalam keadaan yang siap santap itu, tiba-tiba muncul seorang musafir yang tampak sangat kelaparan. Serta merta Abdullah menyuruh pembantunya untuk segera mengangkat hidangan yang ada di hadapannya itu kepada sang musafir. Merasa jerih payahnya tidak dinikmati oleh Abdullah, asisten itu protes. Ia keberatan kalau makanan tersebut diberikan kepada musafir tadi. " Tapi ini makanan yang dengan sengaja saya buatkan untuk tuan dan sesuai dengan pesanan tuan." " Wahai, pembantuku ! Tahukah kamu bila aku memakan makanan ini, maka sebetulnya itu aku lakukan karena aku suka. Karena aku menyenanginya. Tetapi, bila musafir itu memakannya, maka itu ia lakukan karena memang ia butuh. Jadi makanan itu lebih berharga bagi dia daripada untukku. Jangan lupa, Allah SWT berfirman : " Kalian sekali - kali tidaklah memperoleh kebajikan sehingga kalian menyedekahkan apa - apa yang kalian senangi ".

(Dikutip dari Mutiara hikmah dalam 1001 kisah: 2)

Read Users' Comments (0)

Jadilah Seperti Pensil

Selasa, 24/08/2010

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.

Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab,

“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

Pertama:

Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

Kedua:

Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

Ketiga:

Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

Keempat:

Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

Kelima:

Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan” *agussupriatna.com

Read Users' Comments (0)

11 Manfaat Puasa

Kamis, 19/08/2010

Menjalankan ibadah puasa bukan hanya melaksanakan perintah wajib dari Allah SWT, melainkan juga mendatangkan berbagai manfaat bagi kesehatan. Berikut adalah 11 di antaranya:

1. Mengistirahatkan sistem pencernaan. Setelah puasa, sistem pencernaan ataupun pengeluaran sisa makanan baik daya kerjanya.

2. Meningkatkan proses detoksifikasi. Puasa akan memperlancar mobilisasi dan pengeluaran racun tubuh.

3. Meningkatkan resolusi proses peradangan, seperti artritis rematoid.

4. Menenangkan reaksi alergi, termasuk asma dan demam.

5. Menurunkan tekanan darah tinggi tanpa obat. Puasa dapat menormalkan tekanan darah dan setelah puasa tekanan darah akan tetap ideal jika yang bersangkutan tetap menerapkan gaya hidup sehat.

6. Membantu menghilangkan kebiasaan buruk dan kecanduan. Banyak orang bisa terbebas dari ketergantungan terhadap tembakau dan alkohol berkat puasa, bahkan ketergantungan obat.

7. Membersihkan kulit dan menjernihkan mata.

8. Merupakan pintu gerbang yang sempurna untuk memulai pola makan sehat.

9. Membantu menurunkan berat badan tanpa rasa lapar yang menyiksa. Banyak orang terkejut karena saat Ramadhan mereka hanya ingin makan sedikit dan bobot tubuh pun berkurang.

10. Membantu meringankan penumpukan cairan abnormal secara lebih cepat, seperti edema pada kaki atau bengkak di perut.

11. Mengembalikan rasa penghargaan terhadap makanan sehat alami. Banyak orang merasa lidah mereka menjadi "hidup" dan peka setelah puasa dan lebih menyukai makanan alami. (GHS/Rin) *Kompas.com 190810

Read Users' Comments (0)

8 Tanda Pria Punya Masa Depan Cerah

Jumat, 30/7/2010

Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang Anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia.

1. Punya tujuan hidup
Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya.

Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, "Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir."

2. Mandiri
Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras.

3. Hobi menolong
Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari.

4. Bersahabat dan berwawasan
Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri.

5. "Family man"
Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya.

6. Memiliki investasi
Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.

7. Realistis dan lurus
Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

8. Optimistis dan positif
Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata "tidak bisa" atau "malas deh melakukannya". Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan. *Kompas.com 300710

Read Users' Comments (0)

Cara Investasi Modal untuk Hari Depan

Rabu, 16/06/2010

Menciptakan masa depan yang lebih baik tentunya idaman setiap individu, namun dalam mencapai masa depan yang lebih baik tentuya diperlukan pengorbanan baik material maupun non material.

Berikut tips menciptakan masa depan yang lebih baik di masa depan :

Material

*

Mulailah sedini mungkin, faktor waktu memegang peranan sangat penting dalam berinvestasi. Semakin muda usia Anda berinvestasi, semakin baik hasil yang akan didapat nanti.

*

Tentukan tujuan investasi modal secara spesifik (rencana pendidikan, rencana pensiun, membeli rumah/apartemen, membeli kendaraan, renovasi properti, wisata, percepatan pelunasan KPR/KPA dan lainnya) sebelum memulai berinvestasi. Konsultasikan rencana-rencana ini dengan penasehat keuangan Anda

*

Tentukan jangka waktu dan target dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

*

Alokasikan dana untuk investasi modal secara konsisten, idealnya 10% hingga 30% dari pendapatan bulanan.

*

Jika Anda pemula, mulailah berinvestasi dengan cara tidak langsung sebelum berinvestasi langsung. Cara ideal adalah dengan membeli produk Reksa Dana (mulai dari Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, hingga yang lebih berisiko yakni Reksa Dana Saham), kemudian beranjak ke investasi langsung ke surat berharga (Obligasi Ritel dan Saham), hingga memulai bisnis riil sendiri atau bergabung dengan mitra bisnis yang cocok dengan Anda.
*

Lakukan pengawasan secara periodik setiap tahun untuk memantau kinerja investasi modal Anda. Jangan lupa untuk selalu mengkonsultasikan strategi investasi tahunan dengan penasehat keuangan Anda. (keluargacerdas.com)

Non Material

*

Tetapkan hati Anda untuk rajin menabung
*

Selalu berusaha dalam segala hal tentunya kinerja Anda.
*

Ikutilah pelatihan baik pelatihan keterampilan / pengembangan diri.
*

Jeli dalam melihat setiap kesempatan yang ada.
*

Pandai membaca situasi dan kondisi.
*

Selalu bersyukur dengan apa yang telah di berikan Tuhan Yang Maha Esa.

Nah jadi bersiaplah menuju masa depan yang lebih baik dengan INVESTASI MODAL. erk * Kompas.com 160610

Read Users' Comments (1)komentar

Membuat Uang "Bekerja" untuk Anda

Senin, 14/6/2010

Bukan hal yang keliru kalau ada yang beranggapan bahwa besarnya penghasilan tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya kekayaan. Seseorang yang penghasilannya di atas Rp 10 juta sebulan, misalnya, bisa saja kehidupan keuangannya lebih ”susah” ketimbang karyawan yang penghasilannya sebesar Rp 5 juta per bulan.

Kok bisa begitu? Bisa saja. Sebab, berapa pun kecilnya penghasilan, sepanjang pengeluaran lebih rendah ketimbang pemasukan, berarti memiliki cash flow positif yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan kekayaan.

Di sisi lain, berapa pun besarnya penghasilan, jika pengeluaran lebih besar dibandingkan pemasukan, posisi keuangan akan defisit. Itu berarti sebagian kebutuhan akan dibiayai oleh utang. Dus, tidak ada sumber dana yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan aset. Yang ada adalah penurunan kekayaan secara bertahap karena aset akan dipergunakan untuk pembayaran utang.

Oleh karena itu, tingkat kekayaan seseorang sebenarnya tidak diukur dari besarnya penghasilan, melainkan lebih bergantung pada karakter pengelolaan penghasilan. Singkatnya, berapa pun kecilnya penghasilan, tetap dimungkinkan menjadi kaya jika mau dan mampu melakukan inovasi dalam pengelolaan keuangan.

Apa itu inovasi keuangan? Sederhananya adalah melakukan hal yang berbeda dalam pengelolaan keuangan. Misal, jika orang kebanyakan menggunakan kartu kredit untuk berutang, dalam koridor inovasi keuangan, penggunaan kartu kredit adalah untuk memanfaatkan tenggang pembayaran sehingga Anda bisa menggunakan dana pihak lain, dalam kurun waktu tertentu tanpa biaya apa pun.

Jadi, jika Anda berbelanja pada hari ini dan kemudian melunasinya sebelum jatuh tempo, berarti Anda bisa mendapatkan tambahan cash flow dalam kurun waktu tersebut, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.

Bayangkan, jika Anda bisa membeli barang dengan harga ”X”, misalnya, lalu menjualnya kembali dengan harga ”X” plus keuntungan, Anda telah berbisnis tanpa modal dan bahkan memperoleh untung. Dengan kata lain, utang yang digunakan untuk kegiatan produktif merupakan salah satu inovasi keuangan. Apalagi jika utang itu sendiri diperoleh tanpa biaya apa pun, seperti penggunaan kartu kredit di atas.

Bagaimana jika utang itu menimbulkan biaya bunga? Tidak masalah. Sepanjang biaya bunga masih lebih rendah dibandingkan keuntungan yang diperoleh, tetap saja Anda tergolong kalangan yang inovatif. Jadi, ringkasnya, menumbuhkembangkan aset bisa dilakukan tanpa modal. Modal itu diperoleh dari utang. Lalu dipergunakan untuk berbisnis. Dan hasil bisnis tersebut mampu memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan biaya utang itu sendiri.

Aset produktif
Contoh inovasi keuangan lainnya adalah memiliki sebanyak mungkin aset produktif dibandingkan aset konsumtif. Pernahkah Anda melihat pedagang yang tinggal di sebuah ruko, di mana lantai paling bawah digunakan untuk berdagang, sementara lantai di atasnya digunakan sebagai tempat tinggal?

Artinya, tempat usaha dan rumah tinggal menjadi satu. Dengan kata lain, rumah tinggal si pedagang tersebut bukan sekadar rumah tinggal, tetapi telah menjadi aset produktif yang bisa menghasilkan uang, alias tempat berbisnis. Bagaimana dengan Anda? Boleh jadi Anda memilki rumah lebih dari satu. Dan rumah yang tidak Anda tinggali setiap bulan malah menguras kantong Anda karena mesti membayar biaya listrik dan biaya pemeliharaan lainnya. Malah kondisi rumah terus merosot karena faktor usia dan lain sebagainya. Konkretnya, beberapa rumah yang Anda miliki bukan saja tidak produktif, tetapi malah menjadi beban. Oleh karena itu, rumah tersebut mesti diproduktifkan, dalam arti memberikan penghasilan, misalnya disewakan kepada pihak lain.

Selain rumah, coba lihat lagi berbagai kekayaan yang Anda miliki. Cermati apakah aset tersebut sekadar sebagai aset konsumtif, atau alat menjaga gengsi belaka, atau memang tergolong produktif. Jika Anda memiliki perhiasan emas yang nilainya meningkat, perhiasan itu tergolong aset produktif yang bisa menambah kekayaan Anda. Begitu juga dengan lukisan yang nilainya bisa saja mengalami peningkatan. Ringkasnya, aset produktif adalah aset yang memiliki nilai investasi.

Inovasi keuangan juga bisa dilakukan dengan cara pemilihan investasi yang tepat. Pengertian investasi yang tepat di sini adalah bagaimana menyuruh uang Anda ”bekerja” untuk Anda. Jadi, uang menghasilkan uang. Bagaimana caranya? Lakukan investasi aktif.

Investasi aktif adalah secara reguler memilih dan mengevaluasi investasi yang telah dilakukan. Di pasar modal, misalnya, sebagian kalangan membeli saham, lalu terus memegangnya dalam kurun waktu yang lama, dengan harapan memperoleh dividen dan capital gain. Ini memang tidak salah. Tetapi, dalam kurun waktu tersebut, bisa saja harga saham yang dipegang mengalami kemerosotan harga. Kalangan yang memegang saham tersebut boleh jadi tidak peduli atau malah menjualnya karena khawatir harga saham akan semakin merosot.

Nah, seorang investor aktif tidak akan bersikap seperti itu. Ia malah akan membeli lagi saham dimaksud pada harga yang lebih rendah. Kenapa? Karena tujuan memegang saham dimaksud adalah untuk jangka panjang. Dan ketika harga saham merosot, dilakukan pembelian agar secara rata-rata biaya pembelian saham menjadi lebih murah. Contoh-contoh lain tentang investasi aktif telah banyak diulas dalam tulisan-tulisan terdahulu di kolom ini.

Yang terakhir adalah inovasi keuangan dalam pengelolaan biaya. Pernahkah Anda mendengar istilah ”must have” vs ”nice to have”? Coba terapkan itu dalam perilaku pengeluaran biaya Anda. Berapa banyak Anda menghabiskan uang untuk membeli barang-barang yang sekadar ”nice to have”? Boleh jadi, kalau ditotal seluruh pembelian Anda, terutama pengeluaran yang bersifat harian, akan lebih banyak yang tergolong ”nice to have”.

Jika Anda bisa memotong biaya ”nice to have” 50 persen saja, akan sangat banyak tabungan yang Anda peroleh dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan keuangan lain yang lebih produktif. Selamat mencoba.

(Elvyn G Masassya, Praktisi Keuangan) *Kompas.com 140610

Read Users' Comments (0)

Derita di Balik Blokade Gaza

Jum'at, 04/06/2010
Tajuk Rencana
Ketika dunia mengutuk Israel karena aksi serangan brutal terhadap kapal-kapal rombongan misi kemanusiaan ke Jalur Gaza, pada saat yang sama ratusan ribu jiwa — termasuk anak-anak — makin tercecar oleh penderitaan akibat blokade pemerintah Israel. Di Gaza, sekitar 1,5 juta penduduk nyaris tak tersentuh oleh bantuan kemanusiaan karena blokade itu. Sikap Israel didasari sentimen konflik bahwa kawasan tersebut dikuasai oleh Hamas, salah satu sayap politik Palestina yang merupakan musuh utama mereka.

Blokade sejak 2007 itu — dengan dalih mencegah pasokan senjata untuk Hamas — menggugah misi kemanusiaan seperti yang kali ini dihalangi secara keji. Entah persepsi apa yang ada di benak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sehingga melawan niat universal para aktivis dari sekitar 40 negara itu. Dunia makin dibuat gamblang mengenai kekejaman rezim zionis itu. Jalan ke arah dialog perdamaian dengan Palestina pun bakal makin sulit, minimal mereka masih akan disibukkan oleh tekanan masyarakat internasional.

Berbagai proses perundingan Palestina - Israel, termasuk yang disponsori oleh kuartet Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia, sejauh ini hanya menjadi ”moratorium” dari kemungkinan-kemungkinan terus meletupnya konflik bersenjata. Tentu dalam posisi yang tidak berimbang. Apalagi dalam membangun opini global, Israel disokong penuh oleh Washington. Namun ketika Tel Aviv membuka ”front” terhadap rombongan misi kemanusiaan, seperti apa ujung sanksi yang mampu menjerat?

PBB menjadi macan ompong dalam setiap resolusi yang digalang oleh dunia internasional terhadap Israel. Terutama karena veto Amerika, yang jelas-jelas memosisikan Negeri Yahudi itu sebagai sekutu utamanya di Timur Tengah. Kali ini, tak pelak lagi, kebrutalan yang dikutuk secara luas oleh dunia internasional, bisa diartikan pula sebagai tudingan ke Gedung Putih. Karena sikap-sikap AS pulalah Israel merasa berada di atas hukum dan bisa memaksakan hegemoni sikapnya untuk membuat negara-negara Arab tak berdaya.

Insiden Mavi Marmara itu mestinya bisa menjadi momentum — yang tidak bisa ditolak lagi oleh kekuatan mana pun — untuk menghukum Israel. Bukankah dari reaksi yang disampaikan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kita tetap melihat arogansi berupa ketidakpedulian dengan menyatakan mereka sebenarnya hanya membela diri? Dunia harus mampu untuk bergerak dan bertindak secara terpadu, kembali pada ikhtiar bersama untuk memedulikan kondisi penduduk Gaza yang menderita akibat blokade Israel sejak tiga tahun silam.

Secara lebih luas lagi, koreksi berupa pencegahan atas ekspansi Israel yang berlangsung masif terhadap tanah-tanah Palestina lewat pembangunan permukiman Yahudi, harus dilakukan. PBB tidak lagi bisa terus menerus hanya mengikuti kemauan Amerika, yang bahkan dalam insiden misi kemanusiaan itu terlihat ragu-ragu memberi respons. Berdirinya negara Palestina merupakan hak mutlak bangsa yang terusir itu, dan dengan berbagai upaya, masyarakat internasional harus memberikan payung dukungan secara mutlak pula.*Suaramerdeka.com 040610

Read Users' Comments (0)

Seekor gajah dapat diikat oleh seutas tali kecil

Selasa, 25/05/2010

Jika kita menonton sirkus, biasanya kita melihat gajah - gajah besar yang kakinya diikat pada pasak kecil di tanah. sebenarnya gajah - gajah besar itu dengan mudah dapat mencabut pasak itu dan melarikan diri, tetapi mereka itdak pernah melakukan hal itu, Mengapa ?

Ketika masih kecil, kaki gajah itu diikat pada tiang yang kuat. awalnya ia mencoba menarik dan menyentak tiang itu. tapi karena tiang itu sangat kuat dan gajah itu masih kecil, ia tidak berhasil melepaskan dirinya. segala usaha yang ia lakukan sia - sia; dan hanya menimbulkan rasa sakit.

Akhirnya setelah mencoba berulang - ulang dan gagal, gajah itu putus asa. Sekalipun telah tumbuh dewasa dan memiliki kekuatan yang besar,m gajah tersebut tetap merasa bahwa ia tidak meungkin berhasil melepaskan diri dari tali ikatannya. Ia telah dikondisikan untuk menerima keadaannya dan tidak berusaha untuk mengubah nasibnya. ( Dr. Arthur Caliandro, New York City)

Zaman sekarang, banyak orang yang bersikap seperti gajah itu. Mereka terus- menerus dibayangi kegagalan masa lalu atau trauma masa kecil. Karena dulu mereka tak berdaya dan tak bisa berbuat apa - apa, mereka pikir selamanya mereka akan seperti itu dan tidak mungkin bisa mengubah keadaan.

Setiap manusia dilengkapi dengan kekuatan yang berada di dalam untuk mengalahkan kesulitan & trauma masa lalunya, dan semuanya itu berasal dari pikiran. Oleh karena itu Mari kita mengkondisikan pikiran kita untuk memikirkan hal yang baik dan mimpi - mimpi di masa mendatang dan bagaimana cara untuk mengejarnya dari pada mengingat ingat kegagalan di masa lalu..

Sukses adalah Anda.. Espira fans... *http://www.facebook.com/notes/espira 19042010

Read Users' Comments (0)

Tips Cerdas Menjadi 'Super Mom'

Kamis, 06/05/2010

MENJADI 'super mom' tak berarti Anda harus keluar dari rumah dan merintis karir, hingga terkadang lupa kodratnya sebagai istri dan juga seorang ibu. Anda hanya perlu menjadi ibu sejati yang selalu mendukung dan memberikan perhatian dan waktunya yang berkualitas untuk keluarga, suami dan putra-putrinya di rumah

Berikut ini tips-tips cerdas menjadi 'super mom':

#1 Saat berbelanja, belilah beberapa buku atau mainan untuk putra-putri di rumah. Tak perlu harus mahal. Saat mereka mulai dilanda bosan, keluarkan mainan dan buku baru ini. Ini seperti sebuah kejutan menyenangkan untuk melenyapkan kebosanan mereka.

#2 Kenalkan sedini mungkin kepada putra-putri Anda tentang kecintaan terhadap lingkungan. Mulailah dengan mengajari mereka untuk berhemat air dan listrik serta mengolah limbah menjadi sesuatu yang menghasilkan. Siapalagi yang akan mengurus bumi kita di masa depan, kalau bukan anak dan cucu kita. Betul, kan?

#3 Alih-alih membacakan banyak cerita untuk putra-putri Anda, sesekali minta juga mereka membacakan buku untuk Anda. Hal ini akan mendorong kecintaan mereka terhadap buku dan membaca. Anda bisa belajar bersama putra-putri Anda tentang kosa kata atau istilah-istilah baru yang ditemukan dan memahami makna yang terkandung di dalamnya.

#4 Meski terdengar sederhana, namun jangan remehkan kekuatan sebuah pelukan. Peluklah mereka seerat dan sesering mungkin. Inilah perwujudan kasih sayang yang bisa ditunjukkan setiap hari, setiap saat, tak perlu dengan pemberian materi yang berlebih. Sebuah pelukan hangat akan sangat berarti untuk putra-putri Anda, biarkan mereka tahu bahwa Anda menyayangi mereka melebihi apapun di dunia ini.

#5 Ciptakan selalu suasana riang dan gembira di dalam rumah. Anda bisa mengajak buah hati bermain bersama di kebun belakang rumah atau di taman depan rumah. Kembalilah menjadi anak-anak seperti jaman kanak-kanak dulu, nikmati bermain sepak bola, lompat tali atau petak umpet bersama si kecil. Selain menyenangkan, ini bisa mencegah Anda dari stres.

#6 Biarkan putra-putri Anda memilih olahraga atau kegiatan yang mereka sukai, misal bermain musik atau melukis. Anda hanya perlu mengarahkan mereka untuk bersungguh-sungguh menekuni hobi dan kesenangannya. Demi mengembangkan bakat dan ketrampilannya, dukung juga dengan memfasilitasi segala aktivitas positif mereka.

#7 Mengacu pada tips nomor 2. Go green! Tanamkan hal ini dalam diri putra-putri Anda sedini mungkin. Ajaklah mereka berkebun dan menanam sayuran atau buah-buahan di belakang rumah. Biarkan tangan-tangan mungil mereka bersentuhan dengan tanah dan kotoran saat mereka membantu Anda menggali lubang, menamam bibit tanaman dan menyiraminya. Buah hati Anda akan sangat bangga memetik dan menikmati hasil kebunnya.

#8 Sesekali waktu bebaskan diri Anda mengurus buah hati. Biarkan anak-anak bebas sementara dari pengawasan dan pengasuhan Anda. Hal ini baik untuk membantu mereka lebih mandiri menyelesaikan permasalahan yang dihadapi saat Anda tidak ada di sisi mereka. Namun, meski dari jauh Anda bisa terus memantau, jika mereka membutuhkan pertolongan Anda.

#9 Biarkan pitra-putri Anda masuk dapur dan bergulat bersama Anda menyiapkan makanan. Tak usah cemas mereka akan terkena tajamnya pisau, atau terkena percik minyak panas saat menggoreng. Ini bisa jadi ajang latihan bagi mereka agar bisa mahir memasak masakan enak untuk keluarganya kelak setelah dewasa. Bagikan juga pada mereka tentang resep rahasia keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.

#10 Lupakan sejenak hirup pikuk shopping centre atau mal. Sesekali perlu juga mengajak putra-putri Anda mengunjungi museum atau berkemah di hutan. Selain refreshing, hal ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap sejarah peradaban. Pun, bercengkerama dengan alam akan memotivasi mereka untuk menjaga kelestarian bumi dan segala isinya. *Suaramerdeka.com 05052010

Read Users' Comments (1)komentar

Seseorang yang mencintai kamu

Senin, 03/05/2010

Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, di mata dia, kamulah satu satunya.

Seseorang yang mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah / gila.
Tp ia tidak pernah tau hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karna semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.

Seseorang yang mencintai kamu, jarang memujimu.
Tetapi di dalam hatinya kamu adalah yang terbaik, hanya ia yang tau.

Seseorang yang mencintai kamu, akan mencaci maki atau mengeluh jika kamu tidak membalas pesannya, karna ia peduli.

Seseorang yang mencintai kamu, hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu.
Ketika kamu mencoba untuk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup / berdenyut / bergetar untuk kamu.

Seseorang yang mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan, bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata - kata itu tepat waktunya.

Seseorang yang mencintai kamu, tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah, karna ia tidak mau mengingkari janjinya.
Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama lamanya.

Seseorang yang mencintai kamu, selalu memberitahumu untuk tidak berpikir terlalu banyak, karna ia sudah merencanakan semuanya untukmu.
Ia ingin memberikan kehidupan yang terbaik di masa mendatang. Ia ingin memberikanmu suatu kejutan, percayalah dia dapat melakukannya.

Seseorang yang mencintai kamu, mungkin tidak bisa mengingat kejadian / kesempatan istimewa, seperti perayaan hari jadi.
Tetapi ia tau bahwa setiap detik yang ia lalui, ia mencintai kamu, tidak peduli hari apakah hari ini.

Seseorang yang mencintai kamu, tidak mau berkata Aku mencintaimu dengan mudah, karna segalanya yang ia lakukan untuk kamu adalah untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintaimu.
Tetapi hanya ia yang akan mengatakan kata I Love You pada situasi yang spesial, karna ia tidak mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai dirimu.

Seseorang yang benar - benar mencintai kamu, akan merasa bahwa sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dirinya.
Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia / tersenyum.

Seseorang yang mencintai kamu, akan pergi ke airport untuk menjemput kamu, dia tidak akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yang kamu harapkan.
Tetapi, iaakan membawakan kopermu dan menanyakan: “Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari?” dengan hatinya yang tulus.

Seseorang yang mencintai kamu, tidak tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam.
Jika kamu menanyakan: mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah.
Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar - benar bekerja / manjur / berguna.

Seseorang yang mencintaimu, selalu memanggil kamu dengan sebutan gadis kecil.
Tetapi sewaktu ia menginginkan untuk membuat keputusan besar, dialah org pertama yang ingin mendengar saran dari kamu.

Seseorang yang mencintaimu, tidak suka akan boneka kecil seperti : beruang teddy.
Tapi ia akan selalu meletakkan boneka yang kamu hadiahkan di atas tempat tidurnya.

Seseorang yang mencintaimu, saat bertengkar, dia akan meminta maaf dengan tak terkontrol (secara terus menerus) meskipun kamu yang bersalah dan nantinya ia akan mengirimkan pesan kepadamu : “Sayang, sebenarnya itu adalah kesalahan kamu dan kamu sendiri sudah mengetahuinya”.

Seseorang yang mencintaimu, ketika merindukanmu, ia ingin membelikanmu seikat mawar dan menunggu dengan bodohnya di bawah apartemenmu.
Tapi ia tidak pernah tau, apa yang ia beli adalah bunga aster.
Tapi itu tidak menjadi masalah, karna dalam hatinya itu ialah bunga mawar.

Seseorang yang mencintaimu, jarang mengatakan kata - kata manis.
Tetapi kamu tau, kecupannya sudah menyalurkan semua hasratnya kepadamu.*www.sungaibaru.com 07022008

Read Users' Comments (3)

Saat Cinta Terbentur Masalah..

Selasa, 27/04/2010

TAK dipungkiri, setiap orang pasti memiliki masa-masa sulit dalam hidupnya. Kerumitan masalah hidup yang tak bisa dikendalikan ini terkadang mampu membentur cinta yang Anda miliki bersama pasangan. Saat itulah cinta pun lalu dipertaruhkan.

Tiga poin berikut ini akan membantu Anda dan pasangan saling menguatkan hubungan dalam menghadapi masa-masa sulit yang datang:

Hubungan Anda adalah segalanya

Saat menghadapi stres akibat tekanan ekonomi yang menyesakkan hidup Anda, ingatlah selalu bahwa ada dia di sisi Anda yang memberi kekuatan. Bicarakan dengan pasangan Anda segala masalah yang dihadapi, berbagilah agar beban di pundak Anda menjadi lebih ringan. Carilah waktu yang tepat untuk membicarakan masalah bersama dan mencari solusinya. Ingat, dua kepala justru lebih baik untuk mendapatkan ide-ide kreatif.

Tetap berpikir positif

Jangar biarkan hidup Anda terus di bawah tekanan dan hubungan Anda dengannya pun tak sadar telah berada di ambang kehancuran. Hadapilah ini dengan cara dan sikap yang positif. Lalui situasi terberat ini dengan tetap tersenyum dan kendalikan laju emosi Anda agar tetap berada dalam jalur yang aman. Anda hanya perlu melihat bahwa di sisi gelap jalan yang harus Anda lalui, akan ada sisi terang, dimana Anda dan dia akan menemukan solusi atas masalah dan situasi yang dihadapi.

Miliki tujuan bersama

Jagalah agar hubungan Anda dengannya tetap berlandaskan pada tujuan yang sama. Bicarakan bersama tentang rencana Anda dengannya satu tahun mendatang, lima tahun berikutnya dan tujuan serta cita-cita Anda bersamanya di sepuluh tahun ke depan. Rencanakan dengan matang apa yang ingin Anda lakukan berdua dengannya, tak usah muluk-muluk, sesuatu yang sederhana saja namun sangat bermakna, misal memiliki rumah sendiri. *Suaramerdeka 23042010

Read Users' Comments (0)

Cinta (Ungkapan Cinta dari hati)

Rabu, 20/04/2010


“Dari Hati Untuk Jiwa”

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadar. *erwindealova.blogspot.com

Read Users' Comments (4)

Persahabatan di Keraton Kasepuhan

Sabtu, 17/04/2010

Salah satu situs bersejarah yang layak dikunjungi di Cirebon adalah dua istana bersaudara, yaitu Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Berdasarkan catatan sejarah, ketika Sunan Gunung Jati masih hidup, Cirebon hanya memiliki satu keraton. Namun, setelah ia wafat, keraton berhasil dipecah menjadi dua oleh Belanda.

Memasuki kawasan Keraton Kasepuhan, pengunjung akan disambut sebuah gerbang yang terbuat dari bata merah bertingkat. Bagian depan keraton ini biasanya dinamakan dengan Siti Inggil atau tanah tinggi, yang menghadap langsung ke arah lapangan tempat dulunya pasukan keraton berkumpul setelah melewati Siti Inggil yang berbentuk gerbang dan pagar panjang.

Di Siti Inggil ini ada lima bangunan tanpa dinding beratap sirap, yaitu Mande Pandawa Lima, yang bertiang lima dan melambangkan Rukun Islam, untuk duduk pegawai raja. Kemudian ada Mande Jajar dengan tiang tengah yang berukir sebanyak enam melambangkan Rukun Iman. Seluruhnya ada 20 tiang yang menggambarkan sifat ketuhanan. Digunakan untuk tempat duduk raja saat melihat alun-alun dan bila sedang mengadili terdakwa,

Bangunan lain adalah Mande Semar Tinandu yang bertiang dua, melambangkan Kalimat Syahadat. Berfungsi sebagai tempat duduk penasehat raja. Selanjutnya ada Mande Karesmen yang berfungsi untuk membunyikan Gamelan Sekaton pada tanggal 1 Syawal dan 10 Dzulhijjah, terakhir adalah Mande Pengiring untuk tempat duduk prajurit pengiring raja dan tempat hakim menyidang terdakwa.

Kejayaan

Tanda-tanda kejayaan keraton di zamannya bisa dilihat dari banyaknya keramik China dari Dinasti Ming yang ditempelkan pada dinding, mulai gerbang paling depan hingga bagian dalam keraton. "Keramik China melambangkan hubungan Keraton Cirebon dengan China dulunya sangat baik. Bahkan, salah satu istri Sunan Gunung Jati adalah putri China," kata pemandu di Keraton Kasepuhan, Sugiman.

Ia menjelaskan, Keraton Kasepuhan dibangun 1529 sebagai perluasan dari keraton tertua di Cirebon, Pakungwati. Keraton itu dibangun oleh Pangeran Cakrabuana yang juga pendiri Cirebon pada 1445. Kejayaan keraton ini juga terlihat dari keberadaan sebuah bangunan masjid yang bernama Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang ada dalam kompleks Keraton Kasepuhan. Masjid itu dibangun 1549.

Teknologi

Di sebelah timur Taman Bunderan Dewan Daru berdiri bangunan untuk tempat penyimpanan kereta pusaka yang dinamai Kereta Singa Barong. Kereta ini dibuat pada tahun 1549 atas prakarsa Panembahan Pakungwati I.

Bentuknya, mengambil pola mahluk prabangsa. Kereta ini merupakan perwujudan dari tiga binatang menjadi satu, yaitu belalai gajah melambangkan persahabatan dengan India yang beragama Hindu; kepala naga melambangkan persahabatan dengan China yang beragama Budha; sedangkan sayap dan badan mengambil dari buroq melambangkan persahabatan dengan Mesir yang beragama Islam. "Dari ketiga kebudayaan itu digambarkan dengan Tri Sula yang berarti tajamnya alam pikiran manusia,” ujar Sugiman.

Kereta ini dahulunya digunakan untuk upacara kirab keliling Kota Cirebon setiap tanggap 1 Syura dengan ditarik oleh empat ekor kerbau bule. Tapi sejak 1942, kereta ini tidak dipergunakan lagi dan hanya dikeluarkan tiap 1 Syawal untuk dimandikan. "Kereta kencana Singa Barong ini telah memiliki teknologi yang menarik, seperti jari-jari roda dibuat melengkung ke dalam agar air dan kotoran tidak masuk ke dalam kereta," jelasnya. *Kompas.com 12042010

Read Users' Comments (0)

Contoh Kasih Sayang Rasulullah Terhadap Istri

Sabtu, 03/04/2010

Rasulullah adalah contoh teladan bagi kita dalam berbagai hal, beliau adalah manifestasi sempurna Allah taala di dunia ini. Dalam memperlakukan istri-istri, beliau memperlihatkan contoh teladan sempurna bagi kita. Salah satunya adalah Tertera dalam suatu riwayat bahwa takala saat di rumah, istri beliau Aisyah r.a. tengah berbicara agak sedikit cepat-cepat kepada Rasulullah saw, tiba-tiba dari arah atas ayah beliau (Abu Bakar r.a.) datang. Mendengar ini beliau tidak dapat mengendalikan emosi beliau dan beliau maju ke depan untuk memukul putri beliau bahwa, “Engkau ini berbicara seperti itu di hadapan Rasul Allah?”

Rasulullah saw bergitu melihat hal itu langsung menjadi penghalang diantara ayah dan puterinya dan menyelamatkan siti Aisyah dari hukuman yang diperkirakan akan menimpa. Takala Abu Bakar teaah pergi maka Rasulullah saw sambil bercanda kepada siti Aisyah r.a, “Lihat, hari ini bagaimana saya telah menyelamatkan engkau dari kemarahan ayah engkau?”

jadi perhatikanlah betapa tingginya teladan ini yang tidak hanya dengan diam beliau berupaya menuntaskan masalah, bahkan kepada Abu bakar r.a. yang merupakan ayah siti Aisyah r.a. Kepadanya pun beliau mengatakan “janganlah mengatakan sesuatu kepada Aisyah, dan kemudian dengan segera beliau bercanda pada Aisyah r.a dan dengan cara itu sungguh beliau telah mencairkan suasana yang sedang tegang.

Kemudian terdapat suatu riwayat bahwa beberapa hari kemudian Abu Bakar r.a. Datang untuk kedua kalinya maka Aisyah tengah bercanda dengan senang hati dengan Rasulullah saw. Abu Bakar r.a. Berkata: “Lihatlah, kemarin kalian telah mengikutsertakan saya dalam pertengkaran kini ikut-sertakanlah juga saya dalam suka cita kalian” (Abu Daud, itabul adab bab Majaa fil mazaah)

Rasulullah saw benar-benar bersabar terhadap kemanjaan siti Aisyah r.a. Pada suatu ketika beliau bersabda kepada beliau bahwa, “Aisyah, saya mengenal betul akan kemarahanmu dan kegembiraanmu”. Bagaimana bisa? Bersabda beliau, “Apabila engkau senang kepada saya dalam ucapanmu engkau bersumpah dengan menyebut demi Tuhannya Muhammad, tetapi tatkala marah maka engkau berbicara dengan menyebut Tuhannya Ibrahim.” Aisyah r.a. Berkata: “Ya Rasulullah, memang itu benar, tetapi sudahlah saya hanya meninggalkan nama engkau di bibir saja (tetapi dari hati kecintaan kepada engkau tidak dapat hilang)” (Bukhari kitabunnikah bab ghairatun-nisa wa wujdihinna).

Mirza Ghulam Ahmad menulis:
“Kecuali tidakan tidak senonoh (zina) semua perilaku akhlak buruk dan kelancangan dan sikap kasar perempuan seyogianya dihadapi dengan kesabaran”, kemudian, “Menurut hemat kami, sudah merupakan hal yang sangat memalukan apabila kita yang justru sebagai laki-laki malah berperang dengan perempuan. Allah telah menjadikan kita sebagai pria dan pada hakikatnya ini merupakan nikmat yang sempurna kepada kita. Sebagai rasa syukur kepada-Nya ialah kita harus memperlakukan perempuan dengan halus dan lemah lembut”.

Kemudian beliau menulis lagi: “Berkenaan dengan dengan saya, pada suatu ketika saya memanggil istri saya dengan nada tinggi yang bercampur dengan kondisi hati yang pilu dan saya merasa bahwa suara yang keras itu bercampur dengan perasaan hati sedih dan dalam semua itu tidak ada ungkapan yang menyakitkan hati atau kata-kata kasar yang keluar dari mulut. Sesudah itu saya sampai lama terus memanjatkan istighfar dan saya terus melaksanakan shalat nafal dengan khusyuk dan tawadhu’ dan sayapun memberikan sedikit sedekah bahwa sikap kasar terhadap istri ini jangan-jagan ini merupakan akibat dari suau maksiat terhadap Allah yang terselubung”.

Sumber: Agamaislam.info

Read Users' Comments (1)komentar

Terima Aku Apa Adanya

Sabtu, 03/04/2010

"Terimalah aku apa adanya"..adalah sebuah artikel ttg kehidupan berumah tangga..he3. Kenapa ku tulis ulang artikel ini??? hayoo...memangnya sudah (akan) menikah??? hehehe... (i said, "ya belom...khan belajar ga ada salahnya..betul? :b)

Seperti yang di"wejang"kan oleh banyak orangtua (tepatnya teman2 yang sudah berpengalaman :b), dikatakan bahwa kunci dalam pernikahan adalah saling menerima apa adanya. Karena, seperti kita menerima seorang sahabat, pastilah kita tidak selalu mendapatkan sesuatu (sikap) yang kita senangi darinya, tapi terkadang juga ada kekurangan dari seorang sahabat yang kita selalu menerimanya (apa adanya). Pada seorang sahabat, apakah kita marah saat sahabat bersikap tidak seperti yang kita harapkan? Sepertinya tidak, kalau kita bener2 sayang pada sahabat kita. Lalu bagaimana pula untuk hubungan dengan kekasih hidup? Ya..aku menganggapnya sama seperti hubungan dengan sahabat, hanya saja ada hak dan kewajiban yang telah diatur dalam hubungan pernikahan. Dan hukumnya pun telah jelas, juga pertanggungjawabannya karena pernikahan merupakan perjanjian suci yang akan dipertanggungjawabkan pada Allah.

Sebagaimana dalam QS An Nisaa: 21, yang bunyinya:
“… dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat”

Demikian agungnya ikatan pernikahan hingga sebanding dengan separuh agama. Begitulah, keputusan dua insan berbeda untuk menikah tentunya dengan pertimbangan matang, paham dan tahu tujuan dari pernikahan. Mengerti betul perbedaan akan disatukan dalam perkawinan. Hingga pemahaman-pemahaman dari ini diharapkan akan membawa pada keharmonisan dan kelangsungan pernikahan pada keabadian.

Pernikahan adalah bangunan yang bertiang Adam dan Hawa yang membangun kecintaan dan kerjasama, penuh mawadah, ketenteraman, pengorbanan, dan juga hubungan rohani yang mulia dan keterikatan jasad yang disyariatkan.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (Ar-Ruum :21).

Ayat ini merupakan pondasi kehidupan yang diliputi suasana perasaan yang demikian sejuk. Istri ibarat tempat bernaung bagi suami setelah seharian bekerja keras. Penghiburnya di saat lelah. Suasana rumah yang penuh belas kasih hingga menumbuhkan ketenteraman. Sebaliknya suami yang baik akan memberikan timbal balik yang sama.

Suami sebagai pemimpin rumahnya dengan bantuan dan dukungan istri akan bertindak sebijaksana mungkin mengatur rumah tangganya tanpa harus bersikap otoriter. Dan jika tugas suami istri berjalan seimbang maka akan memberi ketenteraman dan kemantapan dalam hubungan suami istri. Dan anak-anak yang tumbuh dalam “lembaga” yang bersih ini akan tumbuh dengan baik. Sebab individu yang bernaung di dalamnya tahu hak dan kewajibannya sebagaimana sabda Rasulullah,

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin bertanggungjawab atas yang dipimpinnya.”

Suami memiliki hak yang besar atas istrinya. Di antara hak itu misalnya:

Menjaga kehormatan dan harga dirinya, mengurusi anak-anak, rumah dan hartanya saat suami tak ada di sisinya. Allah l berfirman :

“….. wanita yang shalihah adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri saat suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara mereka…… “ (QS An Nisaa: 34)

Dalam haditsnya Rasulullah bersabda,

“Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggungjawab atas kepemimpinannya.” (Riwayat Bukhari Muslim).

Berpenampilan menyenangkan di depan suami dan bersikap manis. Sebagaimana Rasulullah bersabda,

“Sebaik-baik wanita adalah yang bisa membuatmu senang saat engkau pandang, menaatimu saat engkau perintah dan menjaga dirinya dan hartamu saat engkau tinggal.” (Riwayat Tabrani)

Hak lain suami adalah tidak mengizinkan istri memasukan orang yang dibenci suami, menjaga rahasia suami istri termasuk dalam urusan ranjang, berusaha menjaga kelanggengan bahtera rumah tangga, tidak meminta cerai tanpa sebab syar’i.

Dari Tsauban, Rasulullah berkata, “wanita manapun yang minta cerai kepada suami tanpa sebab, maka haram baginya mencium bau surga”. (Riwayat Tirmidzi, Abu Daud).

Selain itu istri harus banyak bersyukur dan tidak banyak menuntut. Perintah ini sangat ditekankan Islam, bahkan ancaman Allah tak akan melihatnya pada hari kiamat kelak jika istri berbuat demikian.

“Sesungguhnya Allah tidak akan melihat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya dan dia selalu menuntut (tidak pernah merasa cukup)”

Masih banyak hak-hak suami atas istrinya. Di samping itu suami pun harus memberikan hak istrinya serta menjalankan kewajibannya. Di antaranya adalah memberi makan pada istri apabila ia makan, memberikannya pakaian, tidak memukul wajah istri, tidak menjelek-jelekkan kekurangannya, tidak meninggalkan istri melainkan di dalam rumah, memperlakukan dengan lembut dan menggaulinya dengan baik.

Selain suami memiliki kewajiban memberi nafkah lahir batin, suami berkewajiban mengajarkan ilmu agama apalagi ia memegang kepemimpinan dalam rumah tangga. Hingga ia pun wajib membekali diri dengan ilmu yang syar’i, dengan demikian ia akan mampu membawa keluarganya, istri dan anaknya dalam kebaikan. Jika ia tidak sanggup, mengajar mereka, suami harus mengajak mereka menuntut ilmu syar’i bersama ataupun menghadiri majelis-majelis ilmu. Suami pun harus memberi teladan baik dalam mengemban tanggung jawabnya dan atas apa yang dipimpinnya.

Menerima Kekurangan dan Kelebihan

Kita melihat bagaimana al-Qur’an membangkitkan pada diri masing-masing pasangan suami istri suatu perasaan bahwa masing-masing mereka saling membutuhkan satu sama lain dan saling menyempurnakan kekurangan.

Ibaratnya wanita laksana ranting dari laki-laki dan laki-laki adalah akar bagi wanita. Karena itu akar selalu membutuhkan ranting dan ranting selalu membutuhkan akar. Sebagaimana firman Allah dalam al-A’raf 189,

“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya, Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya.”

Dengan memahami hal ini, kehidupan rumah tangga akan tenteram. Dan tenang berlayar, sangat mustahil ditemukan sepasang suami istri yang sempurna segala sesuatunya. Yang bisa dilakukan adalah dengan jalan saling memahami dan menghargai satu sama lain.

Menerima apa adanya kekurangan atau kelebihan pasangan. Tidak membandingkan pasangan kita dengan yang lain. Karena hal-hal seperti ini tidak akan membuat nyaman hubungan namun hanya akan menjadikan kita makin sensitif dengan segala perbedaan. Dan sekali lagi memaafkan semua kekurangan pasangan adalah lebih baik. Hargailah segala kelebihannya. Dan berterima kasihlah atas semua yang telah dikerjakan dan diberikan pasangan pada kita. Insyaallah ini akan membuat makin manisnya hubungan dengan pasangan.

Mungkin ada hal-hal yang tak kita sukai pada pasangan kita, namun bukanlah masih ada hal-hal baik yang kita sukai dan lihat ada padanya? Kita harus bijaksana menyikapi hal ini.

Kita tak perlu berpura-pura dan menutupi kekurangan kita hanya karena takut tak sempurna di hadapan si dia. Karena bisa saja justru hal ini akan menyeret kita pada hal-hal berbahaya. Moralnya saja dengan berbohong menjanjikan ini dan itu serta janji setinggi langit. Padahal kita tahu tak akan bisa memenuhinya. Jika pasangan tahu tentu ia akan marah dan jengkel hingga membuahkan pertengkaran dan hal-hal buruk lain. Bukanlah lebih baik kita selalu tampil apa adanya, karena itu tak akan membebani kita ?

Sungguh, jika si dia benar-benar mencintai kita tentu dia akan menerima kita apa adanya. Mau menerima kekurangan dan kelebihan kita. Tanpa basa-basi. Yang perlu diingat kita selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya, semampu kita. Insyaallah di rumah kita. (ummu fatimah ahmad).

(Dari: majalah-nikah.com)

Read Users' Comments (0)

Anak Saya Kalah Lomba

Selasa, 23/03/2010

Soal yang hampir tak bisa Anda hindarkan ketika menjadi orang tua adalah mendapati anak yang ikut berlomba dan kalah. Lomba apa saja, karena anak-anak memang masih ingin menjadi apa saja, tak terkecuali anak-anak saya.

Tak ada kekalahan yang enak. Beberapa di antaranaya malah menyakitkan. Melihat anak sakit oleh sebuah kekalahan adalah pemandangan yang bikin masgul. Berikut ini ada beberapa cara untuk menghadapi kekalahan.

Pertama, sakit secara bersama-sama. Si anak kecewa, orang tua apa lagi. Meskipun dari mulut orang tua bisa berkata: ''Tak usah kecewa. Masih ada kesempatan,'' tapi nasihat ini tak banyak gunanya karena kekecewaan terdalam justru terdapat di wajah orang tua ini. Nasihat ini lebih untuk menghibur hati mereka sendiri katimbang hati anaknya.

Kedua, labrak saja dewan juri dan protes bahwa penilaiannya tidak jujur. Betapa ada peraturan lomba yang tidak dijalankan dan itu merugikan peserta termasuk anak Anda. Protes ini diharapkan agar memberi kesan bahwa kekalahan itu bukan kerena anak kita goblok tapi karena lomba yang penuh kecurangan.

Di dunia politik, strategi ini terkenal dengan taktik pengalihan isu. Jika isu ini terlalu keras, ada cara isu yang lebih lunak, misalnya: ''Anak saya sakit. Ketika ikut lomba badannya sedang panas. Saking panasnya sampai ketika ketiaknya saya ukur, termometernya bengkok begini.''

Ketiga, Anda bisa menempuh apa yang dilakukan teman saya ini. Sepanjang anak masih mudah dikibuli, katakan saja ia selalu menjadi pemenang dalam setiap lomba yang ia ikuti. Caranya mudah, sebelum lomba usai, ajak dia pulang dan belikan piala di pasar grosir dan tulis namanya lengkap dengan gelar juaranya.

Ke empat adalah cara yang amat sulit, tetapi saya sangat ingin mencobanya, yakni menikmati kekalahan. Melihat wajah anak yang sedang kalah, adalah melihat wajah saya sendiri ketika sedang menjalani penderitaan serupa.

Itulah wajah yang malu, sakit, marah, kecil hati dan kecewa. Merasakan derita serupa sedang menimpa anak saya, adalah perasaan menyakitkan. Tetapi kekalahan demi kekalahan dalam lomba yang banyak saya derita di masa remaja itu ternyata adalah modal yang baik sekali bagi kekuatan saya di hari ini. Terutama kekuatan menertawai diri sendiri.

Banyak sekali perubahan dalam hidup saya ketika saya mulai mudah tertawa termasuk pada soal-soal yang selama ini saya anggap menyakiti hati. Maka jika kekalahan ternyata mendatangkan manfaat sebaik ini, betapa keliru jika saya tidak mengembangkan prasangka baik terhadap kekalahan sejak dini. Saya termasuk terlambat menyemai perilaku ini, sehingga terlalu banyak rasanya waktu yang saya habiskan untuk sakit di hadapan kekalahan.

Saya ingin tidak cuma anak saya, tetapi juga siapa saja merasakan sensasi kekalahan ini. Berani sakit, berani malu, berani memberikan kemenangan kepada pihak yang berhak, adalah latihan mental yang baik sekali.

Keberanian semacam itulah yang ternyata menjadi modal untuk menjadi pemenang di kelak kemudian. Bukan cuma sekadar menjadi pemenang sebuah perlombaan tetapi juga menang dalam kehidupan. ''Jadi, anakku, kamu boleh kalah dalam lomba, tetapi jangan kalah di dalam hidup.'' (Prie GS) *Suaramerdeka.com 10032010

Read Users' Comments (0)

Dengan Puasa Hati Jernih Untuk Berpikir dan Berdzikir

Jum'at, 19/03/2010

Diantara hikmah puasa adalah agar supaya hati kita jernih untuk berpikir dan berdzikir karena banyak makan minum serta memuaskan syahwat menyebabkan kelalaian dan adakalanya hati menjadi keras dan buta dari kebenaran karenanya.

Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam bersabda: "Tidaklah seseorang anak adam itu memenuhi suatu bejana yang lebih jelek dari pada perut. Cukuplah bagi seseorang makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika terpaksa harus menambahnya, hendaknya sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk nafasnya." (HR. Imam Ahmad dll).

Nafsu perut adalah termasuk perusak yang amat besar. Karena nafsu ini pula Adam -Alaihis Salam dikeluarkan dari surga. Dari nafsu perut pula muncul nafsu kemaluan dan kecenderungan kepada harta benda, dan akhirnya disusul dengan berbagai bencana yang banyak. Semua ini berasal dari kebiasaan memenuhi tuntutan perut.

Sedikit makan itu melembutkan hati, menguatkan daya pikir, serta melemahkan hawa nafsu dan sifat marah. Sedangkan banyak makan akan mengakibatkan kebalikannya.

Berkata Abu Sulaiman Ad-Darani –Rahumahullah: "Sesungguhnya jiwa apabila lapar dan haus menjadi jernih dan lembut hatinya dan apabila kenyang menjadi buta hatinya."[www.hatibening.com]

Read Users' Comments (0)

Buat Apa Semangat Ibadah Menjelang Ujian

Rabu, 17/03/2010

Ferry Fadillah :
Ibu saya pernah berkata kepada adik saya, “ De, bulan Mei kamu akan menghadapi UN, lihat tuh temen kamu aja bangun jam 4 dini hari untuk shalat tahajud terus belajar, soalnya kakak nya sukses semua setelah melakukan itu.” Adik saya ini sekarang kelas 6 SD dan menurut berita yang ada akan menghadapi Ujian Nasional pada awal Mei 2010, tetapi yang saya amati selama ini adalah bahwa pelajaran yang ia pelajari disekolah hanyalah semata-mata untuk menghadapi ujian sekolah dan ujian sekolah. Yang ada adalah pembodohan manusia kecil dengan kefasihan mereka menghapal teks-teks matematika, IPS, IPA, Agama, PKN dan sebagainya. Seharusnya pelajaran ini diubah menjadi kata pendidikan, biarpun matematika sekalipun seharusnya kita sebut dan perlakukan sebagai pendidikan. Pendidikan itu mengubah pola pikir, cara hidup, dan kedewasaan seseorang dari mulai nol sampai tingkat tertentu. Dan menghapal hanya menjadikan manusia berfikir secara tekstual tanpa memberi kesempatan bagi otak untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan lain dan mengembangkan kreativitas. Jadi saya sangat menyayangkan jika motivasi awal para pelajar dewasa ini ketika menghadapai Ujian Nasional adalah ‘menghapal agar bisa menghadapi ujian’. Oleh karena itu, saya berharap agar semua pelajar di Indonesia mengubah motivasi awal nya dalam mengahadapi ujian sekolah dalam bentuk apapun menjadi : belajar agar paham guna memajukan pola pikir, meningkatkan cara hidup, dan mematangkan kedewasaan serta menambah wawasan.

Yang akan saya bahas lebih lanjut sebenarnya kata-kata ibu saya tersebut yang pada intinya mengajarkan kepada anaknya agar mendekatkan diri kepada Tuhan ketika akan menghadapi ujian. Memang secara fitrah manusia akan mendekatkan diri kepada Tuhan ketika ia akan menghadapi ujian. Saya jadi teringat masa SMA dahulu, begitu penuhnya mushala kami yang kecil dengan siswa kelas III yang akan menghadapi ujian. Hal ini berlaku musiman, hanya terjadi ketika menempuh kelas III dan ketika menginjak ke semester 2. Saya pun termasuk orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan secara musiman tersebut. Dengan semangat menggebu untuk mendapatkan PTN Favorit di kota bandung saya lakukan shalat Tahajud setiap malamnya, saya lakukan shalat Dhuha setiap paginya, bahkan saya lakukan puasa daud sebelum menghadapi ujian. Obsesi begitu amat tinggi dan tentu saja hal ini saya barengi dengan persiapan material seperti les di lembaga pendidikan terkenal di kota Bandung, mengikuti tambahan pelajaran di sekolah, dan berdiskusi pelajaran dengan teman. Tahukah anda apa yang terjadi ketika saya menghadapi SNMPTN , tidak ada satupun pilhan saya yang lolos dalam tes tersebut, yang ada hanyalah kekecewaan dan kemurkaan, lebih-lebih melihat mereka, yang dinilai secara subjektif oleh para siswa sebagai orang yang santai dalam mengahadapi SNMPTN tetapi berhasil lolos dalam pilihannya.

Setelah kejadian tersebut saya tinggalkan semua ibadah sunah yang pernah saya lakukan, tahajud itulah, dhuha itu lah dan puasa daud itulah, SAYA TINGGALKAN SEMUA. Ini bentuk kekecewaan saya dan perenungan bahwa toh mereka yang tidak beribadah seperi saya ini tetap saja dapat mendapatkan PTN Favorit impiannya. Saya lantas berfikir, apakah memang Tuhan tidak mendengarkan doa saya? Apakah Tuhan tidak bisa mendengar? Apakah Tuhan memang memiliki kuasa untuk menjadikan sesuatu?

Semua kemelut dan pertanyaan dalam otak saya yang telah jenuh dengan kegagalan akhirnya terjawab setelah saya diterima dan menjadi perantau di sebuah Perguruan Tinggi Kedinasan di Bali. Menjadi anak kostan dengan minimnya hiburan di dalamnya menajadikan saya menjadi intens untuk membuka pustaka-pustaka islami dan motivasi yang saya bawa dari Bandung dan yang paling terutama adalah Al-Quran.

Setelah saya membaca pusataka-pustaka tersebut dan menghubungkan dengan kegagalan saya selama ini, maka saya membuat beberapa kesimpulan sebagai berikut :

PERTAMA, ada kesalahan dalam niat saya ketika melakukan ibadah –ibadah tersebut. Saya selama itu dan sebanyak melakukan ibadah itu ternyata telah membuat sebuah niat yang mungkin mencemburui Tuhan. Betapa tidak niat saya adalah mendapatkan kelulusan, bukan Ridha Tuhan Yang Maha Esa. Dalam buku yang telah saya baca entah halaman berapa dan buku apa, saya lupa, menyatakan bahwa dalam melakukan sebuah Ibadah hal yang terpenting adalah niat, dan niat yang terbaik adalah menggapai Ridha Tuhan. Saya telah mengabaikan hal ini dan ketika saya gagal, saya menjadi tidak ridha dengan kegagalan tersebut, bahkan saya semakin jauh dari Tuhan (dalam arti positif). Jadi pada intinya apabila kita menjadikan Ibadah (termasuk doa) kita selama ini dengan niatan awal menggapai kehidupan duniawi maka bersiaplah dikecewakan dunia, dan apabila kita menjadikan ibadah kita selama ini dengan niatan menggapai ridha Allah maka kita pun akan siap untuk ridha menerima hasil yang Tuhan berikan. Kesimpulan saya ini bukanlah sebuah hipotesa saja, karena sudah saya praktikan dalam kehidupan saya, dan Ibadah saya terasa menjadi lebih ringan, ikhlas dan tidak melekat kepada hal-hal keduniawian.

KEDUA, adalah kesalahan saya untuk tidak mempercayai bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik pada umatnya. Saya tidak percaya ini dan kehidupan saya menjadi penuh kekecewaan setelah gagal menghadapi ujian. Saya berharap kepda pembaca agar percaya sajalah kepada hal ini, percayalah bukan hanya sekedar percaya, tetapi benar-benar percaya. Buktinya setelah ditolak oleh PTN Favorit saya diterima oleh PTK Favorit. Jika di PTN saya harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk iuran semester, uang seragam, uang praktik dan uang-uang lain berkenaan dengan pendidikan. Di PTK saya hanya merogoh kocek untuk biaya hidup, semua hal-hal berkenaan tentang pendidikan di tanggung oleh negara. Ini merupaka pilihan terbaik yang diberikan oleh Tuhan dalam kehidupan saya, mengingat pada saat itu keluarga saya sedang mengalami krisis finansial. Begitu adilnya kan Tuhan, maka percaya sajalah.

KETIGA, saya tidak menyediakan waktu luang untuk melihat dan menikmati proses kehidupan ini. Begitu gigihnya saya dalam beribadah dan belajar sampai-sampai lupa untuk menjaga kesehatan saya, yang ada hati menjadi kacau beliau. Jasmani yang terganggu karena obsesi dalam melakukan Ibadah dan belajar telah menjadikan ada sebuah ketidak tenangan dalam hati saya. Hiburan yang terbengkalai membuat hati saya beku akan keindahan dunia ini dengan segala kemajuan dan perbedaanya. Saya jadi ingat kata-kata seorang guru zen, “ kehidupan akan di penuhi kebahagiaan jika kita meluangkan waktu kita untuk menikmati proses kehidupan serta menjaga keseimbangan kehidupan jasmani, kehidupan rohani dan kehidupan materi.”. Inilah kalimat yang telah mencerahkan saya dalam menjalani kehidupan ini.

KEEMPAT, saya belum memantaskan diri untuk mendapatkan doa yang saya panjatkan. Saya berdoa tetapi saya tidak belajar seperti mahasiswa PTN Favorit tersebut, saya tidak berpola pikir seperi mahasiswa PTN Favorit tersebut dan saya juga tidak sesemangat seperti mahasiswa PTN Favorit tersebut. Dan tentulah, apakah saya pantas berada di PTN Favorit tersebut?. Saya kerap kali menyalahkan Tuhan atas nasib yang saya terima. Dan saya tercerahkan bahwa Tuhan memberikan kita kebebasan seluas-luasnya untuk menentukan nasib kita sendiri asalkan kita memantaskan diri kita untuk nasib tersebut. Seperti aya Al-Quran :

“(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri , dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (AL-Anfal: 53)

Saya jadi teringat dengan kekasih (yang telah menjadi sumber inspiasi saya) yang berargumen tentang makna keajaiban. Dan saya simpulkan bahwa keajaiban akan Tuhan berikan kepada kita selaku hambanya khusus kepada kita yang telah memantaskan diri untuk mendapatkan keajaiban tersebut.

Itulah kesimpulan-kesimpulan yang telah saya paparkan. Pada akhirnya akhirnya saya sadar menjadi sesadar-sadarnya bagaimana cara menghadapi sebuah kegagalan dalam kehidupan ini. Tentu di atas adalah pemaparan tentang ujian sekolah tetapi saya yakin bahwa hal ini akan relevan untuk menghadapi semua ujian-ujian dalam kehidupan kita ini. saya sendiri bukanlah seorang Rohis yang dengan semangat keTuhanan dapat mengahapal ratusan ayat-ayat Al-Quran dan mengeluarkannya ketika membuat sebuah kajian, saya sendiri bukan seorang alim yang begitu semangatnya menjaga nilai-nilai kehidupan seperti yang sudah disuratkan AL-Quran dan Al-Hadist, saya juga bukan seorang yang berpendidikan tinggi dan berotak cerdas yang dengan mudahnya menggunaka kata-kata ‘mewah’ dalam membuat kajian. Karena saya adalah saya, dengan segala kelemahan dan kelebihan, yang hanya berusaha menghubungkan kehidupan yang lalu dengan isyarat-isyarat Tuhan, dan berharap agar menjadi manfaat bagi semua manusia di bumi ini.

*puasa daud adalah puasa yang dilakukan sehari berpuasa dan sehari lagi tidak/ selang sehari tidak puasa *Kompas.com 17032010

Read Users' Comments (0)