126 Tahun Terkubur, Dokumen Letusan Krakatau Diterbitkan

Rabu, 30/12/2009
126 Tahun Terkubur, Dokumen Letusan Krakatau Diterbitkan

Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Sapta Nirwandar, menyambut baik diterbitkannya dokumen klasik tentang dahsyatnya letusan Krakatau tahun 1883. Sebab, dokumen yang telah 126 tahun terkubur dalam lautan naskah kuno dan ditemukan terpisah di enam negara itu, sekarang sudah bisa dibaca bangsa Indonesia.

"Dokumen klasik bernama Syair Lampung Karam ini adalah karangan Muhammad Saleh, yang mengaku mengalami dan menyaksikan sendiri letusan Krakatau yang amat dahsyat di tahun 1883. Saking dahsyatnya, bunyi letusannya dapat didengar sejauh Manila, Cololbo, Papua Nugini, dan pedalaman Australia," kata Sapta Nirwandar di Jakarta, Rabu (30/12/2009).

Syair Lampung Karam tentang dahsyatnya letusan Krakatau hasil penelitian Suryadi, --peneliti dan dosen di Leiden University ini, menurut Sapta, teks syairnya bisa direvitalisasi untuk berbagai kepentingan, misalnya di bidang akademik, budaya, dan pariwisata. Salah satunya adalah kemungkinan untuk mengemaskinikan teks syair tersebut dalam rangka agenda tahunan Festival Krakatau.

Syair yang aslinya ditulis dalam aksara Arab-Melayu (Jawi) ini juga dapat direvisi dan diperkenalkan untuk memperkaya dimensi kesejarahan dan penggalian khasanah budaya dan sastra daerah Lampung khususnya dan Indonesia umumnya.

"Dengan terbitnya dokumen langka hasil catatan pribumi satu-satunya tentang letusan Krakatau 1883 itu, bangsa Indonesia mendapat kesempatan untuk mengetahui sebuah dokumen yang ditulis oleh para pendahulu kita," papar Sapta.

Naskah klasik yang merupakan kekhayaan khasanah budaya Indonesia ini menarik dikaji karena di dalamnya mengandung banyak informasi penting menyangkut bahasa, budaya, dan sejarah Indonesia. *Kompas.com 301209

Read Users' Comments (0)

Sehat dan Cantik dengan Pepaya

Senin, 28/12/2009

Sehat dan Cantik dengan Pepaya

Tahukah Anda tanaman buah pepaya ternyata kaya akan manfaat? Hampir semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan. Pepaya tak hanya berkhasiat untuk kesehatan, namun juga kecantikan.

Apa sih manfaat pepaya?

Menghilangkan jerawat
Ambil 2-3 lembar daun pepaya tua, jemur sesaat, kemudian tumbuk hingga halus. Tambahkan satu setengah sendok air, oleskan pada bagian wajah yang berjerawat.

Melancarkan ASI
Gunakan 30 gram daun pepaya diremas-remas, lalu diletakan di atas api hingga daun menjadi layu. Tempelkan daun pepaya yang masih hangat di sekeliling payudara, kecuali di bagian puting.

Menyembuhkan telapak kaki pecah-pecah
Oleskan getah buah pepaya sesering mungkin pada telapak kaki yang pecah-pecah.

Menghilangkan keputihan
Ambil selembar daun pepaya, cincang halus. Tambahkan adas pulasari dan akar rumput alang-alang secukupnya. Rebus dengan satu setengah liter air hingga mendidih . Lalu saring dan minumlah sehari sekali.

Perlindungan terhadap malaria
Tumbuk halus selembar daun pepaya, satu ibu jari tempe busuk dan garam secukupnya. Peras dan saring. Minumlah air saringan itu sekali sehari selama satu minggu.

Mengatasi ubanan sebelum waktunya
Sangrai 30 gram biji pepaya yang telah matang. Lalu haluskan hingga menjadi bubuk. Tambahkan 1 sendok makan minyak kelapa, aduk rata dan oleskan pada rambut hingga merata. Biarkan 1-2 jam, kemudian bersihkan. Lakukan 1 kali seminggu.

Semoga bermanfaat, selamat mencoba! *Suaramerdeka.com 281209

Read Users' Comments (0)

H.M. Abdurrahman, Buruh Pemetik Kelapa yang Naik Haji

Sabtu, 26/12/2009
H.M. Abdurrahman, Buruh Pemetik Kelapa yang Naik Haji

Menabung 20 Tahun, Berangkat Bawa Tiga Baju

H.M. Abdurrahman, 74, warga Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, itu seolah merasa tak percaya bahwa dirinya sudah naik haji. Pekerjaannya sebagai buruh pemetik buah kelapa terbilang pas-pasan. Tetapi berkat ketekunannya menabung, akhirnya dia sukses melaksanakan rukun Islam ke lima.

KAKEK berbaju gamis warna hijau dan bersongkok putih duduk lesehan di ruang tamu berukuran 2,5 meter kali 3,5 meter. Kakek bernama H.M. Abdurrahman itu melayani semua tamu yang datang untuk silaturrahmi.

Bila ada tamu yang menanyakan kesan-kesannya saat melaksanakan haji, dia hanya bisa tertawa lebar. "Saya sering ditinggal oleh rombongan. Anggota rombongan sepertinya juga banyak yang mangkel karena saya beberapa kali hilang," katanya sambil tertawa.

Sosok Abdurrahman memang cukup unik dan misterius. Warga menyebut, hanya dengan pertolongan-Nya, kakek itu bisa berangkat naik haji. Abdurrahman tinggal di rumah yang sangat sederhana berukuran enam meter kali tujuh meter. Untuk masuk ke rumahnya yang berada di belakang pondok pesantren Darun Najah, warga harus melewati jalan-tanah selebar satu meter.

Lantaran rumahnya yang sederhana itu, Abdurrahman yang datang menunaikan haji sekitar pukul 10.00 Kamis lalu (24/12), oleh warga langsung dibawa ke rumah keluarganya yang bernama Nur Halim. Jarak rumah keluarganya itu sekitar satu kilometer dari rumahnya sendiri. "Rumahnya kayak gitu, nggak cukup menerima tamu," ujar Mukhari, seorang keluarga Abdurrahman.

Sambil menundukkan wajahnya, Mbah Durrahman--sapaan akrab Abdurrahman--mulai menceritakan perjalanan hidupnya hingga bisa naik haji. "Saya bisa naik haji setelah menabung kepada Pak Sunar (tetangganya). Lamanya menabung sekitar 20 tahun," sebutnya.

Selama ini, Mbah Durrahman hanya bekerja sebagai buruh pemetik buah kelapa. Meski usianya sudah cukup senja, lelaki tua tersebut masih mampu memanjat belasan pohon kelapa setiap hari. "Sehari biasanya memanjat 15 pohon kelapa," ujarnya.

Biasanya, warga tidak memberinya upah berupa uang. Sebagian besar warga memberinya upah berupa beberapa butir kelapa. Selanjutnya, kelapa pemberian warga itu dijual dan uangnya ditabung. "Uang itu tidak semua ditabung, sebagian saya gunakan untuk makan," jelasnya.

Mbah Durrahman mengaku, dirinya tidak setiap hari bisa menabung. Biasanya dia menabung paling cepat seminggu sekali. Terkadang, dia bisa menabung dua minggu sekali, atau bahkan sebulan sekali. "Setiap kali menabung, kadang Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu. Saya juga pernah menabung Rp 200 ribu. Hasil dari menabung itulah yang saya gunakan untuk biaya naik haji," bebernya.

Mbah Durrahman menabung karena beberapa kali rumahnya dibobol maling. Sebelumnya, upah memanjat pohon kelapa disimpan di rumah. "Malingnya itu seperti tahu tempat saya menyimpan uang," katanya.

Di antara uang yang disimpan di rumah itu, oleh Durrahman juga ada yang dibelikan sepeda pancal. Dasar sial, tiga kali membeli sepeda pancal, tiga kali pula sepedanya dicuri orang. "Saya pernah ke Masjid Jamik Genteng. Saya tinggal sebentar ke WC, uang Rp 500 ribu di celana juga pernah hilang," ujarnya.

Masalah pencurian yang menimpanya itu, berlangsung hingga sepekan sebelum berangkat naik haji. Uang simpanan Rp 800 ribu yang akan digunakan untuk bekal naik haji, ternyata juga dicuri orang. "Setiap uang dicuri orang, saya selalu mengikhlaskan," ujarnya sambil tertawa.

Meski tergolong ekonomi lemah, tapi dorongan keluarga dan teman sangat kuat. Beberapa kerabat dan tetangga banyak yang ikut mengantarnya hingga ke tempat pemberangkatan haji di Kecamatan Genteng. "Saat berangkat haji, saya hanya membawa uang Rp 1,5 juta," ujarnya.

Ketika akan berangkat haji itu, tidak banyak bekal yang dibawa oleh Mbah Durrahman. Tas besar yang diberikan oleh Departemen Agama itu hanya diisi tiga setel baju dan satu sarung. "Saya juga beli sandal baru, tapi sandal itu hilang di Makkah," katanya sambil terkekeh.

Selama melaksanakan ibadah haji, Mbah Durrahman mengaku tidak bisa melakukan sendiri semua rukun dan syarat haji. Lantaran kondisinya sudah udzur, ada beberapa rukun haji yang dilakukan dengan cara membayar. "Meski harus membayar kepada orang, tapi anehnya uang saya yang sedikit itu cukup," jelasnya.

Selama berada di Tanah Suci, kakek yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Minhajut Thulab, Parasgempal, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, itu memang terbiasa berhemat. Selama berada di Tanah Suci, dia mengaku tidak pernah jajan sama sekali. Bahkan saat akan pulang, dia juga tidak membeli oleh-oleh atau pakaian. "Kenapa membeli, saya banyak diberi," sebutnya.

Mbah Durrahman mengaku tidak mengenal orang yang memberinya. Saat sandalnya hilang, tiba-tiba ada orang yang memberinya sandal bagus. Bahkan, saat jalan-jalan di sekitar Makkah, tiba-tiba ada orang yang datang dan langsung memberi uang. "Ada orang yang memberi jubah, air zamzam, dan lain-lain," paparnya.

Bukan hanya itu pengalaman yang dilakoni Mbah Durrahman saat melaksanakan haji. Ketika pulang dari Surabaya-Banyuwangi, bus yang ditumpangi rombongan haji itu mendadak macet di sekitar Desa Sidomulyo, Kecamatan Mayang, Jember. "Orang lain banyak yang dijemput keluarganya, saya hanya menunggu," katanya.

Sebab, bus tetap tidak bisa jalan, sopir bus itu menaikkan Mbah Durrahman ke mobil penumpang umum (MPU). Dengan naik MPU, kakek ini diantar sampai di depan pondok pesantren Darun Najah, di Dusun Jalen, Desa Setail. "Saat Mbah Durrahman datang, tidak ada warga yang menyambut. Hanya anak-anak yang melihat," terang Mukhari.

Kedatangan Mbah Durrahman yang tidak dinyana itu sempat membuat para tetangga kaget. Di antara warga, ada yang segera mengambil motor dan memboncengnya ke rumah Nur Halim. "Jadi, Mbah Durrahman ini pulang haji dibonceng menggunakan motor," jelas Mukhari. (bay) *Jawa Pos 26122009

Read Users' Comments (0)

Data Klaim Negara Lain Atas Budaya Indonesia

Data Klaim Negara Lain Atas Budaya Indonesia

Berikut ini adalah daftar artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:

  1. Batik dari Jawa oleh Adidas
  2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
  3. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
  4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
  5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
  6. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
  7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
  8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
  9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
  10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
  11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
  12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
  13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
  14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
  15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
  16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
  17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
  18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
  19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
  20. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
  21. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
  22. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
  23. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
  24. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
  25. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
  26. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
  27. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
  28. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
  29. Kain Ulos oleh Malaysia
  30. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
  31. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
  32. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia *(Budaya-indonesia.org)

Read Users' Comments (0)

Kumpulan Manajemen Qalbu


Judul : Manajemen Qolbu
Penulis : KH Abdullah Gymnastiar


Ebook ini merupakan kumpulan dari seri manajemen qolbu yang ditulis oleh KH Abdullah Gymnastiar. Berisi 74 topik yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari kita.

Link download e-book Manajemen Qalbu di sini

Read Users' Comments (0)

Sebab-Sebab Turunnya Rizki

Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.

Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka. Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:

1. Takwa Kepada Allah

Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya." (At Thalaq 2-3)

Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.

Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya."

Allah swt juga berfirman, artinya,

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. 7:96)

2. Istighfar dan Taubat

Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,

"Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. 71:10-12)

Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."

Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."

Maka orang-orang pun bertanya, "Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)

Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

3. Tawakkal Kepada Allah

Allah swt berfirman, artinya,

"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. 65:3)

Nabi saw telah bersabda, artinya,

"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.

Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.

4. Silaturrahim

Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:

-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,

"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari)

-Sabda Nabi saw, artinya,

"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)

Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.

5. Infaq fi Sabilillah

Allah swt berfirman, artinya,

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS. 34:39)

Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."

Juga firman Allah yang lain,artinya,

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2:267-268)

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)

6. Menyambung Haji dengan Umrah

Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas"ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,

"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)

Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.

7. Berbuat Baik kepada Orang Lemah

Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,

"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)

Dhu"afa" (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.

8. Serius di dalam Beribadah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,

"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."

Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu" hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.

Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.

Al-Sofwah( Sumber: Kutaib "Al Asbab al Jalibah lir Rizqi", al-qism al-ilmi Darul Wathan. ) (Pengusahamuslim.com)

Read Users' Comments (0)